Apa Itu SLF (Sertifikat Laik Fungsi)?
SLF merupakan dokumen resmi yang membuktikan bahwa pemilik telah memenuhi persyaratan teknis sehingga bangunan gedung aman digunakan sesuai fungsinya. Pemerintah daerah menerbitkan SLF setelah bangunan selesai dibangun dan dinyatakan aman untuk digunakan.
Selain itu, SLF mencakup berbagai jenis bangunan, mulai dari gedung perkantoran, bangunan komersial, fasilitas umum, hingga bangunan industri.
Mengapa SLF Sangat Penting?
Dengan demikian, pentingnya SLF tidak hanya terbatas pada persyaratan administrasi, tetapi juga berperan langsung dalam menjamin keselamatan, legalitas, dan keberlangsungan operasional bangunan.
1. Menjamin Keamanan dan Keselamatan
SLF memastikan bahwa struktur bangunan, sistem utilitas, dan proteksi kebakaran telah memenuhi standar teknis. Hal ini penting untuk melindungi penghuni, pengunjung, serta aset di dalam bangunan.
2. Memenuhi Kewajiban Hukum
Oleh karena itu, setiap pemilik wajib mengurus SLF sebelum menggunakan bangunan gedung sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tanpa SLF, pemerintah berwenang menjatuhkan sanksi administratif hingga melakukan pembatasan penggunaan bangunan.
3. Syarat Operasional Bangunan
SLF sering menjadi syarat utama dalam pengoperasian bangunan, termasuk untuk perizinan usaha, kerja sama bisnis, audit, dan pemeriksaan dari instansi terkait.
4. Meningkatkan Nilai Properti
SLF meningkatkan legalitas, keamanan, dan profesionalitas bangunan sekaligus menaikkan nilai jual dan nilai sewa properti.
5. Mendukung Kepatuhan terhadap Regulasi
Sehingga, SLF membuktikan bahwa pemilik telah membangun dan menggunakan bangunan sesuai dengan ketentuan tata bangunan, fungsi, serta standar keselamatan yang berlaku.
Dasar Hukum Sertifikat Laik Fungsi
Penerbitan SLF mengacu pada:
Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021
Peraturan Menteri PUPR No. 27 Tahun 2018
Bangunan Apa Saja yang Wajib Memiliki SLF?
SLF wajib dimiliki oleh yaitu:
Gedung perkantoran
Bangunan komersial (hotel, pusat perbelanjaan, ruko)
Bangunan industri dan gudang
Fasilitas umum dan sosial
Bangunan pemerintah dan swasta
Oleh karena itu, pemilik bangunan baru maupun bangunan eksisting tetap wajib mengurus dan memiliki SLF sesuai ketentuan yang berlaku.
Risiko Jika Bangunan Tidak Memiliki SLF
Tidak memiliki SLF dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti:
Penolakan izin operasional
Teguran dan sanksi administratif
Risiko kecelakaan bangunan
Kerugian finansial dan reputasi
Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi) tidak dapat diabaikan. SLF merupakan bukti legal bahwa bangunan aman, layak, dan sesuai fungsi. Oleh karena itu, SLF membantu pemilik bangunan memenuhi kewajiban hukum, melindungi pengguna bangunan, dan meningkatkan nilai properti.

